Hijerah, Nur and Sahrir, Sahrir and Dahri, Andi (2025) Pengaruh Pelatihan Aparatur Desa, Ketersediaan Fasilitas Teknologi dan Pendampingan Pemerintah terhadap Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa di Kecamatan Ponrang Selatan. Pengaruh Pelatihan Aparatur Desa, Ketersediaan Fasilitas Teknologi dan Pendampingan Pemerintah terhadap Akuntabilitas Pengelolaan Dana Desa di Kecamatan Ponrang Selatan, 8 (3). pp. 1-13. ISSN 2775-5037
|
Image (Sampul Artikel)
Cover Riwayat.pdf - Cover Image Download (130kB) |
|
|
Text (Artikel)
SINTA 4 RIWAYAT - NUR HIJERAH DKK.doc - Published Version Download (225kB) |
|
|
Text (Lembar Turnitin)
Nur_Hijerah_211130047_Akuntansi_-_Nur_Hijerah (1).pdf - Supplemental Material Download (542kB) |
Abstract
Pengelolaan dana desa telah menjadi isu penting dalam agenda pembangunan pedesaan Indonesia, khususnya setelah diberlakukannya UU No. 3 Tahun 2024 tentang Pengelolaan Dana Desa, yang mewajibkan tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel. Namun, tantangan implementasi masih tetap ada, termasuk keterlambatan pelaporan keuangan, transparansi yang terbatas, dan dugaan penyalahgunaan dana, khususnya di Kabupaten Ponrang Selatan. Studi ini bertujuan untuk secara komprehensif meneliti pengaruh pelatihan aparat desa, ketersediaan fasilitas teknologi, dan bantuan pemerintah terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa menggunakan pendekatan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan desain asosiatif-kausal dengan teknik pengambilan sampel jenuh, melibatkan 58 responden yang terdiri dari kepala desa, sekretaris, bendahara, dan staf yang terlibat dalam pengelolaan keuangan desa di Kabupaten Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, regresi linier berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan fasilitas teknologi dan bantuan pemerintah memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap akuntabilitas pengelolaan dana desa, sedangkan pelatihan aparat desa tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Model regresi menjelaskan 96,4% variasi akuntabilitas dengan nilai R sebesar 0,964. Studi ini menyimpulkan bahwa investasi dalam infrastruktur teknologi seperti komputer, aplikasi Siskeudes, dan akses internet, dikombinasikan dengan program bantuan pemerintah yang intensif, merupakan faktor kunci dalam meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana desa, sementara program pelatihan formal memerlukan evaluasi dan perbaikan yang substansial.
| Item Type: | Article | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Accountability, Government Assistance, Technology Facilities, Village Apparatus Training, Village Fund Management | |||||||||
| Subjects: | L Education > LA History of education | |||||||||
| Depositing User: | Nur Hijerah Hj. Hartina | |||||||||
| Date Deposited: | 26 Jan 2026 07:13 | |||||||||
| Last Modified: | 26 Jan 2026 07:13 | |||||||||
| URI: | http://repository.umpalopo.ac.id/id/eprint/6291 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
