Ramadhani, Vivi and Hurria, Hurria and Jasril, Jasril (2026) Formulasi Sunscreen Ektrsak Biji Alpukat (Persea americana) dan Lidah Buaya (Aloe vera) : Studi Nilai Aktivitas Antioksidan. Formulasi Sunscreen Ektrsak Biji Alpukat (Persea americana) dan Lidah Buaya (Aloe vera) : Studi Nilai Aktivitas Antioksidan, 12 (1). pp. 45-51. ISSN 2442-6032
|
Image (Sampul Artikel)
Sampul_221320142.JPG - Cover Image Download (1MB) |
|
|
Text (Artikel)
Formulasi Sunscreen Ektrsak Biji Alpukat (Persea americana) dan Lidah Buaya%0A(Aloe vera) Studi Nilai Aktivitas Antioksidan.pdf - Published Version Download (469kB) |
|
|
Text (Lembar Turnitin)
Turnitin_ Formulasi Sunscreen Ektrsak Biji Alpukat (Persea americana) dan Lidah Buaya (Aloe vera) Studi Nilai Aktivitas Antioksidan.pdf - Supplemental Material Download (56kB) |
|
|
Other (Link Artikel)
1001 - Additional Metadata Download (69kB) |
Abstract
Kanker kulit menjadi masalah kesehatan global yang meningkat akibat paparan sinar ultraviolet (UV). Indonesia sebagai negara tropis dengan intensitas sinar matahari tinggi memiliki risiko lebih besar, sehingga diperlukan perlindungan kulit yang efektif. Sunscreen merupakan salah satu cara pencegahan, namun penggunaan bahan kimia sintetis sering menimbulkan iritasi dan alergi. Pemanfaatan bahan alami dengan kandungan antioksidan tinggi menjadi alternatif yang lebih aman. Penelitian ini bertujuan mengembangkan formulasi Sunscreen berbasis ekstrak biji alpukat (Persea americana) dan gel lidah buaya (Aloe vera), serta mengevaluasi karakteristik fisik dan aktivitas antioksidannya. Ekstrak biji alpukat diperoleh melalui metode maserasi dengan etanol 96%, sedangkan lidah buaya digunakan dalam bentuk gel segar. Formula Sunscreen dibuat dalam tiga konsentrasi ekstrak: F1 (10%), F2 (20%), dan F3 (30%). Evaluasi meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, uji iritasi, dan aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Hasil penelitian menunjukkan seluruh formula berwarna coklat, berbau khas biji alpukat, bertekstur semisolid, serta homogen. Nilai pH berkisar 5–6 sesuai pH kulit normal, daya sebar 6,4–6,9 cm, serta tidak menimbulkan iritasi. Aktivitas antioksidan ditunjukkan melalui nilai IC??, yaitu F1 = 119 ppm (sedang), F2 = 51 ppm (kuat), dan F3 = 10 ppm (sangat kuat). Formula F3 dinilai paling efektif karena memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat, stabil secara fisik, dan aman digunakan. Dengan demikian, ekstrak biji alpukat dan gel lidah buaya berpotensi menjadi bahan aktif dalam inovasi Sunscreen alami yang aplikatif di bidang kosmetik.
| Item Type: | Article | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Sunscreen, Biji Alpukat, Lidah Buaya, Antioksidan, DPPH | |||||||||
| Subjects: | Q Science > Q Science (General) Q Science > QD Chemistry Q Science > QK Botany R Medicine > RS Pharmacy and materia medica |
|||||||||
| Divisions: | Fakultas Kesehatan > Farmasi | |||||||||
| Depositing User: | Vivi Ramadhani | |||||||||
| Date Deposited: | 16 Jul 2026 02:25 | |||||||||
| Last Modified: | 16 Jul 2026 02:25 | |||||||||
| URI: | http://repository.umpalopo.ac.id/id/eprint/6521 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
